Assessment Anak Dengan Autisme di Pusat Layanan Autis Pemerintah Daerah Provinsi Riau

WhatsApp Image 2018-01-10 at 13.06.10

Pengukuran neuropsikologi dengan EEG dari anak dengan autisme di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pemeriksaan anak dengan autis, khususnya pada usia dini adalah penting.  Hal ini sebagai potret kondisi anak untuk menentukan jenis terapi apa saja yang akan diberikan.  Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara menyeluruh atau full assessment untuk mengetahui sumber gangguan dan masalah yang dihadapi anak.   Hal ini karena berkaitan dengan terapi yang sedang dan akan dilakukan seperti terapi behavioral, medis, nutrisi, dan pharmakologi.

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu bekerjasama dengan Pusat Layanan Autis, Suku Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah Provinsi Riau menyelenggarakan assessment anak dengan autisme dalam perspektif neuropsikologi.  Pemeriksaan ini dilakukan pada 10 – 14 Januari 2018 di Pusat Layanan Autis (PLA) Riau, yang beralamat di Jl. Bakti I, Tengkerang Baru, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.   Pengetesan ini dilakukan kepada 40 siswa PLA Riau.

WhatsApp Image 2018-01-15 at 20.13.14 (1)

Pengukuran fungsi psikologi anak dengan autisme di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pengetesan dilakukan untuk melihat fungsi neuropsikologi, yaitu fungsi psikologis dan fungsi neurobiology.  Pengukuran fungsi psikologis dilakukan untuk melihat kemampuan anak dalam hal  kecerdasan, self-awareness, theory of mind, pemahaman, fleksibilitas berpikir dan lain-lain.  Pengukuran fungsi psikologis ini dilakukan dengan alat ukur psikologi serta skala perilaku yang diisi oleh orang tua, terapis, dan psikolog.  Fungsi neuobiologi diukur melalui alat elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas gelombang otak betha, tetha, delta, dan alpha terhadap fungsi dan aktvitas berpikir.  Pengukuran dengan EEG ini dapat melihat sejauh mana kecukupan neurotransmiter dalam aktivitas belajar.

WhatsApp Image 2018-01-15 at 20.13.14 (2)

Foto bersama staf PLA Riau dan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu setelah pengukuran anak autis di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

Hasil pengukuran yang dilakukan ini akan memberikan informasi sejauh mana efektivitas terapi yang dilakukan atau evaluasi terhadap terapi.  Terapi bagi anak autis yang dilakukan di PLA Riau antara lain terapi okupasi, terapi wicara, terapi sensori integrasi, dan terapi belajar.  Informasi ini penting bagi terapis dan orang tua untuk melakukan strategi terhadap terapi yang diberikan.  Tidak hanya terapi namun treatment lain yang diberikan kepada anak autis seperti diet makanan, obat-obatan bahkan tidak menutup kemungkinan terapi sel punca atau stem cell.

 

Orang tua siswa PLA Riau antusias terhadap assessment yang dilakukan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Banyak orang tua dari PLA Riau yang tidak mengetahui bahwa anak autis mengalami masalah atau gangguan di otaknya.  Melalui assessment yang dilakukan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dengan menggunakan EEG, dapat mengetahui kondisi otak dari buah hati mereka.  Hal ini dapat memberikan pencerahan kepada orang tua terhadap pola asuh dan pendidikan yang mereka lakukan di rumah (Ags/Klinik Psikonerologi Hang Lekiu)

 

Seminar Kupas Tuntas Intervensi dan Pembelajaran dalam Membentuk Neuroplastisitas di Otak

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan kembali seminar dalam rangkaian seminar “Introduction to Learning Disability and Neuropsychology” dengan tema “Intervensi dan Pembelajaran dalam Membentuk Neuroplastisitas di Otak”, Sabtu,  25 November 2017, di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Pada seminar ini akan dibahas bagaimana intervensi psikologis dan pembelajaran dapat membentuk neuroplastisitas. Salah satu hal positif dari neuroplastitas yang terjadi adalah meningkatkan kecerdasan anak.

Sejauhmana dan mekanisme dari intervensi psikologis dan pembelajaran di sekolah maupun pusat terapi yang melatih self-awareness,  memory,  exexutive function serta kemampuan psikologis lainnya dapat membentuk neuroplastisitas. Hal ini terjadi karena saraf-saraf mengalami perpanjangan serta saling berikatan sehingga saraf yang satu dengan yang lain saling terhubung.

Seminar ini juga akan membahas fungsi-fungsi bagian otak terkait dengan intervensi dan pembelajaran. Bagaimana lobus-lobus di otak saling berkaitan dalam menjalankan fungsi kerja otak secara keseluruhan.

Untuk informasi acara dan pendaftaran,  dapat menghubungi Agus (08561785391) dan Muhbikun (082213386726). Tempat terbatas, hanya 20 orang tiap event. (Agus/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

TERAPI SENSORI INTEGRASI METAKOGNITIF

Melani Arnaldi

Sensori integrasi adalah suatu proses neurologi yang berfungsi mengorganisasikan informasi dari tubuh dan dunia luar dalam dunia sehari-hari.

Proses ini bekerja sebagai system di saraf pusat yang berisi jutaan neuron di sumsum tulang belakang dan otak.  Dalam kenyataannya, gangguan kemampuan sensori integrasi yang dialami anak sejak lahir akan mengganggu proses pengorganisasian, pikiran, dan perilaku.  Kondisi ini dapat dilihat, bagaimana regulasi diri anak dalam mengontrol aktivitas perilakunya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Banyak sekali permasalahan anak kebutuuhan khusus yang membutuhkan terapi sensori integrasi di tujuh tahun awal kehidupannya, seperti ADHD, Autisme, Cerebal Palsy, PDD-NOS.

Gejala yang dapat terlihat, yaitu:

  1. Terlalu sensitif atau kurang sensitive terhadap sentuhan, gerakan, penglihatan, atau suara di lingkungan
  2. Tingkatan aktivitas yang tidak biasa seperti anak lainnya, dapat sangat aktif atau kurang aktif
  3. Mudah terganggu; miskin perhatian terhadap tugas
  4. Keterlambatan dalam bicara, keterampilan motoric, atau pretasi akademis
  5. Masalah koordinasi seperti kikuk atau canggung
  6. Miskin kesadaran tubuh
  7. Kesulitan belajar tugas baru atau mencari tahu bagaimana untuk bermain dengan mainan baru
  8. Tampak tidak teratur di hamper setiap waktu
  9. Kesulitan dengan transisi antara kegiatan atau lingkungan baru
  10. Keterampilan sosial yang belum matang
  11. Impulsif atau kurangnya pengendalian diri
  12. Kesulitan menenangkan diri setelah terganggu secara emosional
  13. Masalah self regulation

 

Masalah sistem sensitivitas tactil 

Sistem tactil bermain di dalam kemampuan fisik, mental, dan emosional di dalam membentuk perilaku.  Setiap orang memiliki sensitivitas tactile ketika semua fungsi penginderaannya dapat menghantarkan informasi di dalam fungsi persepsi visual, planning motoric, body awareness, maupun terhadap kemampuan social skill.  Kondisi ini sangat mempengaruhi rasa aman secara emosional dan kemampuan belajar secara akademik.  Terdapat dua kemampuan dasar sensitivitas tactile yang harus dimiliki, pertama kemampuan sensitivitas untuk mempertahankan diri, kemampuan sensitivitas untuk membedakan rangsang, dan kemampuan  untuk mengontrol sensitivitas dari susunan saraf pusat.

Kondisi ini biasanya dialami oleh anak-anak yang mengalami hipersensitivitas atau hiposensitivitas.  Bahkan kesulitan membedakan rangsang penginderaan

Masalah sensitivitas vestibular

Sistem vestibular adalah kemampuan memperoleh keseimbangan antara gerak dan koordinasi pikiran. Salah satu cara yang digunakan adalah menghubungkan pesan sensoris ke bagian syaraf pusat melalui pengalaman yang dibuat sampai terbentuknya kerangka kerja dari syaraf pusat secara efektif.

Pada umumnya anak yang mengalami gangguan sensitivitas vestibular, akan mengalami masalah pada saat bermain.  Umumnya anak akan sering terjatuh, menabrak barang-barang, sampai denngan kesulitan untuk duduk diam saat membaca.  Emosinya sering terlihat naik turun, dengan attention yang tidak terpelihara dalam waktu yang diharapkan.  Melalui terapi sensori integrasi yang dikombinasikan dengan metode metakognitif, anak akan diajarkan bagaimana dapat mengendalikan pikirannya untuk mengontrol gerak tubuhnya agar terjadi keseimbangan antara sensasi yang masuk, gerak, gravitasi, keseimbangan, dan ruang.

Masalah Sistem Propioseptik

Sistem propioseptik adalah kemampuan diri untuk mengontol posisi gerak tubuh.  Kondisi ini berkaitan dengan proses integrasi antara sensasi gerak dan sentuhan.  Proses penerimaan sensasi propioseptik berkaitan dengan otot, ligament, tendon, dan lapisan penguhung antar motorik gerak.  Kemampuan ini berkaitan dengan posisi anak untuk menerima pesan tanpa dia sadari pada akhirnya, sehingga terjadi automatisasi gerak yang fleksibel, tidak terkesan kaku dan memiliki kemampuan control motoric yang       terencana.

Masalah Asosiatif

Masalah asosiatif berkaitan dengan bagaimana seseorang memproses semua panca inderanya dengan baik.  Masalah ini berkaitan dengan masalah memproses informasi bahasa pada indera pendengaran, proses mengartikulasikan kata-kata saat berbicara, kemampuan terahadap proses persepsi penglihatan dan gerak mata, masalah koordinasi terhadap kemampuan fungsi pengecapan saat makan, masalah kontrol fungsi toilet training dan masalah tidur.  Masalah ini pada umumnya dialami anak apabila setelah berusia 4 tahun belum bisa melakukannya dengan baik.  Masalah ini dikatakan penting, karena kemampuan asosiatif adalah kemampuan pertama anak untuk dapat belajar, termasuk belajar membaca, menulis, dan merasakan masalah-masalah social secara emosional.

Proses Tahapan Terapi Sensori Integrasi Metakognisi

sensory-sistem

Seperti yang kita ketahui bahwa mekanise kerja otak dapat terjadi dari berbagai macam bentuk proses.     Diantaranya proses lateralisasi yang dapat menutupi ketidakmampuan prosses bahasa disebagian belah otak.  Pada proses kemampuan sensori integrasi       memang memiliki proses yang runtut berbeda dengan fungsi kongitif bahasa.

Masalah keruntutan ini yang menyebabkan proses terapi harus dilakukan dengan sejumlah tahap secara berurutan.  Dimana dari gambar diatas dapat terlihat bahwasanya tahap paling mendasar harus terpenuhi keterampilannya sebelum naik ke tahap di atasnya.

Proses neurologi berfungsi untuk mengorganisasikan sensasi dari tubuh dan lingkungan, serta membuat tubuh lebih efektif di dalam merespon informasi dari lingkungan. Proses ini harus menjadi program yang secara otomatis berfungsi di saat input sensori masuk.  Proses automatisasi ini dapat diperoleh dari proses pelatihan secara motorik  dan melalui proses belajar, melalui metode metakognisi.

Proses terapi akan melalui tahap, dimana anak akan dilatih secara motorik untuk merangsang system penginderaan, menerima sensitivitas dari lingkungan, baru kemudian masuk ke tahap sensori motorik dan perceptual motorik untuk melakukan sejumlah perintah yang diharapkan.

Setelah proses pelatihan dianggap telah mampu mencapai tahapan yang optimal, barulah seorang anak  memasuki tahap proses berpikir.  Proses berpikir ini termasuk kemampuan untuk membuat strategi, pengambilan keputusan, membuat planning, membuat cerita, hingga munculnya insight di dalam bentuk self-talk.  Proses berpikir yang telah di dasar dengan kemampuan sensori motorik yang optimal akan mewujudkan suatu koordinasi regulasi diri yang baik.  Kondisi ini yang diharapkan dapat terwujud melalui terapi yang dilakukan secara rutin dan disiplin.  Proses yang    dilakukan akan menghasilkan proses neuroplastisitas di otak sehingga hasilnya prosesnya dapat merubah sturktur otak secara keselurahan.

Pentingkah fisioterapi ?

Fisoterapi dengan elektro akupuntur mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan kecerdasan.  Fisioterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan akupuntur listrik atau elektro akupuntur.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun tidak  menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan kecerdasan. Berdasarkan penelitian, alat ini dapat secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa, dan    kemampuan sosial adaptif.

Referensi

Alberta Human Services. (2015). Sensory integration and sensory integration dysfunction. http://www.humanservices.alberta.ca/documents/PDD/pdd-central-sensory-integration-dysfunction.pdf. Diakses 9 November 2016.

Brown, J. (2009). An introduction to identification and intervention for children with sensory processing difficulties.https://childhealthanddevelopment.files.wordpress.com/2011/04/si-presentation_for_mh_practioners.pdf. Diakses 28 Januari 2016

Tian YP1Qi RLi XLWang YLZhang YJi THou CYWang LJ. Acupuncture for promoting intelligence of children–an observation on 37 cases with mental retardation. Journal  of Traditional  Chinese Medicene. 2010 Sep;30(3):176-9

FISIOTERAPI UNTUK KESULITAN BELAJAR

Penanganan kesulitan belajar juga dapat dilakukan dengan fisioterapi.  Fungsi fisiologi tubuh khususnya syaraf  pusat dan tepi  dapat dioptimalkan dengan bantuan fisioterapi.  Terlebih pada kasus hambatan kognitif, misalnya slow learner, learning disability, keterlambatan bicara, gangguan sensoris, gangguan motorik halus dan kasar, adhd, Pdd nos dan autisme. Fisioterapi dapat diberikan sejak bayi usia dua minggu sampai dengan usia dewasa.

Klinik psikoneurologi menyediakan fasilitas fisioterapi, seperti:

tens 6 chanel

tens 6 channel, untuk motorik halus dan kasar.  

Tens atau yang dikenal dengan transcutaneus electricanervestimulation (TENS) berfungsi untuk kasus adanya rasa nyeri, kelemahan otot, dan keterbatasan lingkup gerak sendi yang ternyata mempengaruhi motorik halus anak saat menulis.  Kondisi ini harus diperbaiki agar kemampuan motorik halus anak dapat segera terkondisi sedini mungkin sebelum anak memasuki usia sekolah yang menuntut aktivitas motorik halus yang lebih intensif.  Kekuatan otot tulang belakang untuk menyangga anak duduk saat belajar yang memakan waktu sekitar empat jam membutuhkan kekuatan otot yang baik.  Masalah pada kekuatan otot tulang belakang juga bisa berdampak pada kemampuan anak untuk bisa mempertahankan konsentrasinya saat belajar.  Biasanya gangguan ini dialami oleh anak ADHD/hiperaktif yang memang tidak melalui proses merangkak pada saat bayi.  Sehingga otot tulang belakangnya kurang kuat untuk mempertahankan duduk saat belajar lebih lama.

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

infra merah, untuk rangsangan syaraf di batang otak.  

Alat infra merah ini berguna untuk memperbaiki motorik karena adanya fungsi syaraf dan otot yang lemah, terutama gangguan pada syaraf tepi, radang selaput otak, sumbatan di selaput otak akibat virus maupun karena kelainan fungsi perkembangan yang menyebabkan gangguan pergerakan motorik anak.  Dengan cara memberikan panas dibagian kepala, leher, dan punggung.  Tujuan terapi ini agar anak memiliki kekuatan otot dan sendi-sendi tulang belakang dan tulang leher yang baik saat duduk berkonsentrasi belajar.

ultrasound

ultra sound untuk motorik halus dan jari.  

Ultrasound digunakan untuk penurunan nyeri tangkuk dan motorik halus seperti tangan dan jari-jari. Melepaskan perlengketan dan gumpalan di leher akibat adanya pembengkakkan otot yang tertarik. Semua fungsi ini berperan aktif saat seseorang melakukan konsentrasi atau mempertahankan duduk dalam waktu yang lama.  Pada kasus anak dengan kesulitan belajar, motorik halus seperti jari-jari ada yang memiliki hambatan di dalam aktivitas menulis sehingga tulisannya menjadi kurang rapi dan cenderung tidak dapat dibaca.  Fisioterapi ini dilakukan secara rutin tiga kali seminggu selama enam bulan, akan menunjukkan perbaikan yang signifikan pada motorik halusnya.

Microwave diathermy

Microwave Dia thermy

Microwavve  diat hermy juga dapat membantu memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jariangan lunak, dan mempercepat penyembuhan radang.  Pada kasus anak kesulitan belajar sering mengalami gangguan pada tulang belakang seperti rasa sakit, spasme otot, kekakuan jaringan lunak yang seharusnya diperbaiki dengan fisioterapi agar konsentrasi belajar dapat dicapai dengan baik.  Pada anak dengan kasus kesulitan belajar gangguan sensori motorik jadi masalah karena adanya gangguan pada batang otak atau tulang belakang yang menyimpan banyak syaraf. Oleh sebab itu perbaikan sedini mungkin pada kasus tersebut akan membantu proses perkembangan sensori integrasi motorik dengan lebih baik.

thermal untuk tulang belakang.  Alat ini  mampu memberikan kekuatan energi pada tulang belakang dengan memberikan radiasi gelombang panas pada frekuensi tertentu.  Pada sebagian orang khususnya anak yang mengalami cerebalpalsi mengalami gangguan tulang belakang.

Nebulizer, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Nebulizer, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

nebulizer utk terapi paernapasan yang mengalami gangguan kosentrasi dan memori kesulitan belajar.

Alat ini adalah alat untuk melancarkan pernapasan karena gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, ataupun asma bisa mengganggu paru-paru.  Kondisi ini mempengaruhi suplai oksigen ke otak, yang apabila berlngsung terus menerus akan mengganggu konsentrasi dan memori.  Oleh sebab itu, beberapa kasus gangguan pernapasan akibat alergi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan kesulitanbelajar apabila tidak segera ditangani.

20150227_134224

EEG

Alat eeg untuk latihan menstabilkan emosi.

Adalah jenis fisioterapi untuk orang yang mengalami manik depresif, depresi, dan obsesif kompulsif yang menyerang usia anak-anak. Kecenderungan anak yang sulit mengontrol  emosinya pada ssaat dewasa akan memberikan pengaruh pada kemampuan konsentrasi pada saat belajar.  Dengan menggunakan alat EEG, anak dapat mengntrol sendiri ambang batas emosi yang dimilikinya dan cara mengatasi perasaan emosi itu yang berupa mood untuk menjadi lebih baik dengan kekuatannya sendiri.

 

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

alat elektroakupuntur

Fisoterapi ini mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan kecerdasan.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun  tidak menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.  Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan kecerdasan.

Penelitian yang dilakukan oleh Tian YPQi RLi XLWang YLZhang YJi THou CYWang LJ. dalam artikel ilmiahnya yang berjudul “Acupuncture for promoting intelligence of children–an observation on 37 cases with mental retardation” memberikan gambaran bagaimana teknik akupuntur mampu meningkatkan kecerdasan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi selama empat minggu, anak yang dilakukan terapi akupuntur terjadi peningkatan IQ yang lebih baik dibandingkan kontrol.

mekanisme perjalanan elektromagnetik di dalam otak, dijelaskan sebagai bentuk perangsangan syaraf atau neuron di otak. Proses pembelajaran melibatkan penguatan pengkondisian neurons jika dilakukan secara terus menerus. Penguat neurons menyebabkan terbentuknya synapse yang menghubungkan sirkuit saraf (dendrite) dengan sirkuit saraf yang menghubungkan tanggapan (axon). Synapse ini kemudian akan meneruskan sinyal  ke bagian inti sel syaraf melalui sel piramida untuk melakukan depolarisasi (percabangan) menjadi sejumlah axon. Proses ini akan meransang pembenatukan sinapsis karenaa elektro akupuntur melalui dua bentuk ransangan long term depression (LTD) dan long term potensial (LTP). Keduanya merupakan sirkuit neuron yang memperkuat proses terbentuknya synapse melalui proses associative. LTP  akan merangsang reseptor AMPA dan NMDA didalam dendrite ( Carlson 2010, hal 454)

Sinapsis

Gambar 1. Long-term Potentiations  dalam Carlson, N.R. (2010). Physiology of Behavior. Boston : Allyn & Bacon hal 446)

Dalam setiap bagian dendrite dibutuhkan sejumlah neurotransmitter untuk memperkuat jalannya proses. Neurontransmitter yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah hormon dopamine. Badan sel dari sistem yang paling penting dari neuron dopaminergik terletak di bagian ventral tegmental. Bagian ini yang akan meransang akson untuk kemudian memproyeksikan  inti sel di bagian prefrontal cortex, dan amygdala (Carlson , 2010). Studi microdialysis menunjukkan bahwa pemberian penguat (reinforcement) secara  alami ataupun buatan dapat merangsang pelepasan di accumbers inti pada manusia untuk menghasilkan dompamine yang berguna dalam proses pembelajaran (Carlson, 2010 hal .446-449).

Dalam penelitian lainnya, peneliti menemukan bahwa akupunktur dapat “secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa dan kemampuan sosial adaptif.” Penelitian ini mendokumentasikan bahwa usia bukan faktor. 4 sampai 6 tahun kelompok usia ditingkatkan dan 2 sampai 3 tahun kelompok usia meningkat sama. Prinsip kulit kepala pengobatan akupunktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah “mendapatkan kembali kesadaran dan membuka lubang tersebut.” Sebuah studi yang sama menyimpulkan bahwa kulit kepala akupunktur dikombinasikan dengan terapi bahasa “memiliki efek signifikan positif pada perkembangan bahasa pada anak-anak dengan autisme.” Masih dalam studi lain , 12 kunjungan akupunktur menggunakan elektro-akupuntur meningkatkan fungsi pada anak dengan autisme. Elektro-akupunktur menyebabkan perbaikan dalam pemahaman bahasa dan kemampuan perawatan diri untuk anak-anak di double-blind,, percobaan ini acak, sham dikontrol klinis akupunktur untuk pengobatan gangguan spektrum.

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:

Muhbikun 085813985500

Diana 085693621369

Agus 08561785391

Referensi

Acupuncture enhances IQ-New discovery. http://www.healthcmi.com/Acupuncture-Continuing-Education-News/1196-acupuncture-enhances-iq-new-discovery#sthash.24pCjnuz.dpuf

Allam H, ElDine NG, Helmy G. Scalp acupuncture effect on language development in children with autism: a pilot study. J Altern Complement Med. 2008 Mar;14(2):109-14.

Huang, J. B., H. F. Cao, J. Hu, L. H. Liu, Z. Wang, and H. Lin. “Clinical research on children mental retardation treated with acupuncture.” Zhongguo zhen jiu= Chinese acupuncture & moxibustion 33, no. 8 (2013): 682.

Carlson, N.R. (2010). Physiology of Behavior. Boston : Allyn & Bacon.

Tian YP1Qi RLi XLWang YLZhang YJi THou CYWang LJ. Acupuncture for promoting intelligence of children–an observation on 37 cases with mental retardation. Journal  of Traditional  Chinese Medicene. 2010 Sep;30(3):176-9.

Wong VC, Chen WX. Randomized controlled trial of electro-acupuncture for autism spectrum disorder.  Altern Med Rev. 2010 Jul;15(2):136-46. Department of Paediatrics and Adolescent Medicine, Queen Mary Hospital, The University of Hong Kong, Hong Kong, China.

Zhongguo Zhen Jiu. 2011 Aug;31(8):692-6. Treatment of autism with scalp acupuncture. Li N, Jin BX, Li JL, Liu ZH. Neuro-Rehabilitation Department, Nanhai Women and Children Hospital Affiliated to Guangzhou University of CM, Guangdong, China.