Seminar Kupas Tuntas Anak Lambat Belajar (Slow Learner)

IMG20180929125123
Sesi foto bersama peserta Seminar Kupas Tuntas Anak Lambat Belajar (Slow Learner), Sabtu, 29 September 2018 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Anak lambat belajar (Borderline Intellectual Functioning) atau disebut juga dengan slow learner memíliki tinakat kecerdasan (IQ) di bawahrata-rata.  Namun mereka masih mampu mengikuti pendidikan formal.  Secara umum bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan di lapangan, jika siswa tidak dapat mencapai nilai KKM dapat dikatakan slow learner.

Anak slow learner mengalami keterlambatan perkembangan dan lemahnya fungsi penginderaan. Akibatnya anak slow learner lambat dalam pemerosesan informasi di otak dibandingkan temannya, serta rendahnya pencapaian akademis di sekolah.  Anak slow learner proses pemanggilan informasi yang lebih lambat dibandingkan dengan siswa normal lainnya.  Oleh karena itu anak dengan slow learner mengalami hambatan dalam pemerosesan informasi di otak.  Hal ini dijelaskan oleh Dr. (cdt.) Melani Arnaldi dalam Seminar Kupas Tuntas Anak Lambat Belajar (Slow Learner), Sabtu, 29 September 2018 di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

IMG20180929122649
Pembicara Dr. (cdt.). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi. saat penyampaian materi dan sesi tanya jawab bersama peserta Seminar Kupas Tuntas Anak Lambat Belajar (Slow Learner) (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dari sudut pandang neuropsikologi, anak lambat belajar mengalami masalah dalam keseimbangan neurotransmiter.  Keseimbangan neurotransmiter ini dapat diketahui melalui pengukuran EEG.  Sehingga berdasarkan pengukuran tes psikologi dan eeg akan diketahui sumber penyabab masalah kesulitan belajar, khususnya pada anak lambat belajar.

Anak lambat belajar juga mengalami keterlambatan perkembangan seperti keterlambatan bicara pada usia balita dan batita.  Seiring tumbuh kembang dan proses pendampingan intervensi atau terapi, anak slow learner mampu berorestasi di sekolah formal pada usia remaja, bahkan hinaga tingkat universitas. Intervensi sejak dini (0-7 thn) dapat dilakukan seperti terapi sensori integrasi, fisioterapi, terapi metakognitif, dan neurofeedback, tergantung tingkat permasalahan yang terjadi

FS Slow learner A-1
Sesi penayangan video intervensi untuk anak slow learner (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini oleh orang tua,  guru tingkatan PAUD, TK, dan SD kelas awal sehingga dapat dirujuk ke dokter anak atau psikolog anak. Deteksi dini dan diagnosa yang ditindaklanjuti dgn intervensi atau terapi adalah kunci keberhasilan terapi serta tumbuh kembang anak slow learner menjadi lebih optimal.

Acara ini dihadiri oleh orang tua; guru TK, PAUD, dan SD; dan mahasiswa psikologi.  Pada acara ini juga ditampilkan video intervensi anak slow learner yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah.   Peserta antusias dalam seminar ini dan meminta agar dilakukan acara ini secara rutin.  Bagi peserta, khususnya guru, acara ini penting dalam berbagi pengetahuan untuk penanganan anak di sekolah (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.