SEMINAR KUPAS TUNTAS GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN (ADD)

Seminar ADD 13 Oktober

Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau disebut juga ADD adalah salah satu masalah kesulitan belajar pada anak.  Seiring perkembangan keilmuan psikologi, ADD dalam DSM V dimasukkan ke dalam kelompok ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder).  Namun karakteristik anak dengan ADD berbeda dibandingkan dengan anak ADHD.  Anak ADD cenderung berperilaku diam dan tidak hiperaktif seperti anak ADHD.  Akibat masalah kesulitan memusatkan perhatian ini anak ADD mengalami pencapaian nilai akademis yang rendah serta sering mengalami kehillangan motivasi di kelas.

Secara sepintas, orang akan melihat anak dengan masalah ADD sama seperti anak lambat belajar atau slow learner.  Namun sumber masalah dan karakteristik ADD dan slow learner berbeda jauh.  Secara umum ADD murni memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.  Otak kanan anak dengan ADD memiliki aktivitas yang lebih tingg dibandingkan dengan anak normal.  Sehingga dalam berkreasi, anak ADD lebih aktif dibandingkan anak normal.  Anak ADD mengalami masalah dalam aliran neurotransmiter di otak.  Akibat dari hal ini adalah pengolahan sistem informasi lebih berpusat di sistem limbik dan otak kanan serta otak kiri yang lebih pasif.  Hal ini juga berpengaruh terhadap terhambatnya proses informasi di working memory.

Perlu diketahui juga, bahwa masalah kesulitan belajar yang terjadi pada anak sering terjadi komorbiditas.  Hal ini berupa menumpuknya dua gangguan atau lebih pada anak sehingga masalahnya menjadi komplek.    Masalah yang terjadi tidak hanya berupa gangguan dalam fungsi kognitif atau berpikir saja. Namun juga dapat menumpuk dengan gangguan emosional dan gangguan perilaku.

Berdasarkan uraian di atas, perlu diketahui pembedaan karakteristik anak ADD dengan baik oleh orang tua dan guru baik di tingkatan PAUD, TK, dan SD tingkatan awal.  Hal ini penting agar masalah ini cepat dideteksi dan segera diperiksakan kepada ahli seperti psikolog dan dokter anak untuk segera diintervensi.  Penegakan diagnosa dan intervensi pada usia dini (0-7 tahun) adalah kunci keberhasilan terapi anak ADD sebelum menjadi masalah psikologis yang kompleks.

Intervensi anak ADD dari usia 0 – 7 tahun antara lain terapi:

  • Sensori integrasi
  • Sensori integrasi metakognitif
  • Metakognitif
  • Neurofeedback
  • Fisioterapi elektroakupuntur
  • Pemberian Vitamin

Dalam rangka meluaskan wacana kesulitan belajar dan penanganannya bagi orang tua, guru, dan stake holder pendidikan, Klinik Psikoneurologi mengadakan Seminar Kupas Tuntas Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau ADD.  Uraian di atas dapat diketahui lebih dalam serta rinci dalam seminar yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Oktober 2018, bersama Dr. (cdt). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi., Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, dan Neuropsikolog anak & pendidikan.  Acara ini terbatas hanya untuk 15 orang dan dikemas dalam bentuk workshop dengan kegiatan pengenalan teori, penayangan video intervensi, skala deteksi dini, dan studi kasus.  Untuk informasi dan reservasi tempat dapat menguhubungi Sdr. Syarifudin (08561785391 WA). (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.