Seminar Kupas Tuntas Sensori Integrasi: Kegiatan Belajar di PAUD dan TK Untuk Intervensi Masalah Sensori Integrasi

Seminar KP Sensori Integrasi-10.jpg
Foto bersama peserta seminar dengan Melani Arnaldi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Permasalahan sensori atau penginderaan anak usia 0-5 tahun tidak dapat dianggap sepele.  Tumbuh kembang anak dan fungsi penginderaan sangat berkaitan erat, khususnya pada usia ini.  Sehingga jika ada masalah dalam penginderaan pada usia 0-5 tahun, maka akan berhubungan dengan masalah tumbuh kembang yang terjadi.  Berdasarkan fenomena ini, maka masalah penginderaan tersebut dapat dikatakan sebagai hilir dari permasalahan tumbuh kembang anak seperti autisme, ADHD, slow learner, dan masalah kesulitan belajar lainnya.

Sensori adalah dasar dari penerimaan informasi untuk diproses di otak sehingga memunculkan respon sesuai konteks atau stimulus.  Sensori tersebut antara lain adalah vestibular (keseimbangan), propioceptif (gerak tubuh), auditori (pendengaran), visual (penglihatan), tactil (sentuhan), gustatory (pengecapan), dan interoception (organ dalam tubuh, seperti pencernaan).  Penginderaan yang baik dan terintegrasi akan menjadi dasar kemampuan motorik, perceptual, hingga kognitif atau kemampuan berpikir.  Fungsi ini adalah penting dalam mendukung kemampuan belajar anak serta pencapaian akademis yang mumpuni.

Seminar KP Sensori Integrasi-2.jpg
Peserta seminar Kupas Tuntas Sensori Integrasi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Isu dan wacana penginderaan ini dibahas dalam Seminar Kupas Tuntas Sensori Integrasi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, pada 15 September 2018 dengan pembicara Dr. (cdt.) Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi. Dalam pemaparannya permasalahan sensori integrasi ini perlu dideteksi oleh orang tua dan guru PAUD serta TK.  Karena masalah ini jika tidak diketahui sejak dini, maka akan sulit untuk diperbaiki meski dengan intervensi jika usianya sudah memasuki usia sekolah atau sekolah dasar.

Seminar KP Sensori Integrasi-4.jpg
Pemaparan materi dan sesi tanya jawab Seminar Kupas Tuntas Sensori Integrasi (Klinik Psikoneuorologi Hang Lekiu)

Dalam acara ini Melani Arnaldi, juga memaparkan bahwa pada tingkatan PAUD dan TK adalah masa bermain anak.  Jika anak diketahui mengalami masalah sensori, maka para guru dapat memperkaya pengalaman sensori anak melalui kegiatan bermain dan belajar di kelas atau sekolah.  Selain itu, guru dan peserta seminar lainnya diperkenalkan tentang ciri-ciri permasalahan sensori dan bagaimana latihan sensori yang dapat dilakukan di sekolah atau di rumah.  Kegiatan yang memperkaya pengalaman sensori dan sensori integrasi tersebut dilatih dengan media belajar dan alat permainan di sekolah.  Setelah dilatih dengan pengalaman sensori dan sensori integrasi di sekolah tingkatan PAUD dan TK, dan jika anak masih mengalami masalah tersebut berdasarkan pantauan guru selama 6 bulan atau satu tahun, maka guru dapat mengingatkan orang  tua untuk segera merujuk anak ke ahli seperti dokter anak atau psikolog anak.

Acara seminar ini dihadiri oleh orang tua, guru TK, PAUD, SD, psikolog, dan mahasiswa psikologi.  Saat acara ini juga ditampilkan skala deteksi dini sensori integrasi dan video intervensi. Peserta juga ditampilkan intervensi sensori integrasi metakognitif yang dilakukan untuk anak usia di atas 6 tahun atau memasuki usia sekolah.  Peserta antusias dalam mengikuti acara ini dan peserta juga berharap kegiatan ini dapat diperluas bagi praktisi pendidikan usia dini lainnya (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.