FUNGSI EKSEKUTIF DAN KESULITAN BELAJAR

Fungsi eksekutif (Executive Function)  atau disebut juga dengan EF, didefinisikan sebagai proses kognitif atau berpikir tingkat tinggi berupa perencanaan, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, pengurutan tindakan, penugasan dan organisasi tugas, usaha dan pengejaran tujuan terus-menerus, penghambatan impuls yangbersaing, fleksibilitas dalam pemilihan sasaran, dan resolusi konflik-tujuan (VandenBos, 2007).  .

Fungsi eksekutif  juga sering melibatkan penggunaan bahasa, penilaian, abstraksi dan pembentukan konsep, serta logika dan penalaran. Mereka sering dikaitkan dengan jaringan saraf itu termasuk lobus frontal, terutama korteks prefrontal. Defisit atau gangguan dalam fungsi eksekutif terlihat dalam berbagai gangguan, termasuk penyakit Alzheimer dan skizofrenia. Di yang terakhir, misalnya, pemilihan dan pemeliharaan tujuan mungkin terganggu, karena kemampuan untuk mengecualikan gangguan. Juga disebut proses sentral; proses pemesanan yang lebih tinggi. (VandenBos, 2007).

Secara sederhana EF dapat digambarkan sebagai berbagai proses berpikir atau kognitif dimana siswa menggunakannya untuk mengendalikan perilaku mereka dan untuk menghubungkan pengalaman di masa lalu dengan tindakan pada saat ini.

Siswa-siswa bergantung kepada EF untuk menampilkan aktivitas seperti perencanaan, organisasi, strategi, memusatkan perhatian dan mengingat seuatu detail dan mengelola waktu serta ruang.   Berikut ini adalah gambaran keterampilan kognitif terkait dengan fungsi otak dan fungsi eksekutif.

EF Function.JPG
Komponen dan karakteristik dari Executive Function
(Martínez, Prada, Satle, Tavares, & Tomaz, 2016)

Gambar di atas menjelaskan bagaimana proses executive function melibatkan fungsi psikologis antara lain working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility. Fungsi working memory berupa penyimpanan informasi sementara dan pengandali aktif.  Fungsi ini saling mempengaruhi dengan inhibitory control atau kendali penghambatan impulse berupa kemampuan untuk mengabaikan jawaban yang tidak sesuai dengan konteks atau situasi.  Kemampuan terakhir adalah fleksibilitas berpikir (cognitive flexibility) yang merupakan kemampuan untuk memodifikasi perilaku kepada kontek-konteks atau situasi yang berbeda.  Pada fungsi psikologi ini terjadi pengaturan perilaku dan kendali emosi.  Kesemua fungsi ini melibatkan keterampilan dalam berbahasa, pemecahan masalah, penalaran, dan perencanaan (Martínez, Prada, Satle, Tavares, & Tomaz, 2016).

EF brain
Skema area otak yang terkait dengan prefrontal cortex  dan terlibat dalam pembentukan executive function (Martínez, Prada, Satle, Tavares, & Tomaz, 2016).

 

Bagian otak yang terlibat dalam proses executive function antara lain adalah prefrontal cortex, amigdala, hippocampus, thalamus, dan cingulate cortex.  Fungsi executive function terletak di prefrontal cortex. Terdapat fungsi komplek yang terjadi di PFC.  Bagian dorsolateral prefrontal cotex berfungsi dalam pengorganisasian informasi.  Fungsi ini terkait dengan kerja working memory.  Sedangkan medial cingulate prefrontal cortex berkaitan dengan motivasi.  Di sisi lain, bagian orbital profrontal cortex bertugas dalam respon perilaku yang diperantai oleh komponen emosi (Martínez, Prada, Satle, Tavares, & Tomaz, 2016)

EF dapat termasuk keterampilan

  • Pengendalian impuls– yaitu kemampuan untuk berhenti dan berpikir sebelum melakukan tindakan
  • Kendali emosi–adalah kemampuan untuk mengelola perasaan dengan berpikir tentang tujuan
  • Kelenturan–adalah kemampuan untuk mengubah strategi-strategi atau memperbaiki rencana ketika kondisi berubah
  • Working memory–adalah kemampuan untuk memonitor dan mengevaluasi tindakan pribadi
  • Inisiasi dari tugas–adalah kemampuan untuk mengenganil ketika ini adalah waktunya untuk memulai sesuatu dan memulainya tanpa menunda-nunda
  • Organisasi–adalah kemampuan untuk menciptakan dan mempertahankan sistem dimana menjaga jalur informasi atau materi-materi; atau tata kelola waktu

Anak kesulitan belajar, umumnya mengelami masalah dalam EF, khususnya anak ADHD. Hal ini dapat terlihat dari kelemahan mereka dalam mengingat, ketuntasan dalam tugas, dan pengorganisasian.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh guru atau orang tua untuk meningkatkan keterampilan EF adalah sebagai berikut:

  1. Memorisasi – ketika menggunakan akronim dalam membantu siswa mengingat informasi. Jika siswa adalah pembelajar visual, maka dapat gunakan gambar kartun.
  2. Kelenturan berpikir- membantu siswa memperbaiki kelenturan berpikir, maka gunakanlah teka-teki atau gurauan untuk membantu mereka berganti antara arti kata yang satu dengan yang lainnya.
  3. Prioritasisasi-adalah membantu siswa untuk mendahulukan informasi, ajarkanlah siswa untuk memberikan tanda atau highlihgt apa yang mesti mereka lakukan dengan pewarnaan pada catatan mereka dan rincian dengan warna yang lainnya.
  4. Pembuatan catatan-membantu memprioritaskan dan mengingat informasi ketika membuat catatan.  Siswa dapat menggunakan pendekatan dua kolom.  Kolom pertama siswa menanyakan pertanyaan tentang bacaan dan menaruh jawaban di kolom kedua.
  5. Pemantauan diri dan Pengecekkan diri-membantu siswa melakukan cek pekerjaan mereka dengan memberikan penandaan catatan terhadap tugas, sehingga siswa mengetahui apa yang diberikan tanda. Hal ini juga meningkatkan personalisasi catatan penandaan, sehingga mereka menjadi sadar dan melakukan pengecekkan terhadap kesalahan umum yang mereka lakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Martínez, L., Prada, E., Satle, C., Tavares, M.C.H., & Tomaz, C. (2016). Executive dysfunctions: the role in attention deficit hyperactivity and post-traumatic stress neuropsychiatric disorders. Frontiers in pscychology, 7 (1230): 1-15

Learning Disabilities Association of Ontario. (2018). Executive Functions and LDs. Diakses pada 25 September 2018 dari https://www.ldatschool.ca/learn-about-lds/executive-function/

VandenBos, G. R., & American Psychological Association. (2007). APA dictionary of psychology. 2nd eds. Washington, DC: American Psychological Association.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.