SEMINAR KUPAS TUNTAS GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN, HIPERAKTIVITAS, DAN IMPULSIVITAS (ADHD)

Seminar ADHD 22 September

Gangguan pemusatan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas atau Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah salah satu kelompok dalam kasus kesulitan belajar.  Sedangkan kasus kesulitan belajar di sekolah formal dapat mencapai 10% polulasi siswa, di mana diantarany mengalami masalah ADHD.

Masalah ADHD dalam DSM V dimasukkan kedalam kelompok gangguan neurodevelopmental.  Gangguan ini dikategorikan sebagai gangguan perpasive atau menetap dan menjadi karakter dari anak hingga usia dewasa.  Namun seiring dengan pelatihan atau intervensi maupun berbagai terapi yang dilakukan, gangguan ini dapat menurun intensitasnya.

Anak ADHD umumnya memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi.  Namun karena mengalami masalah dalam pemusatan perhatian, hiperaktivitas, dan gangguan impulsivitas, mereka sering bermasalah dalam sosialisasi serta pencapaian yang rendah dari akademis di sekolah.  Hal ini sering kali menjadi bumerang bagi anak ADHD dan tak jarang mereka mendapatkan label anak nakal di lingkungan.

Peramasalahan ADHD yang komplek ini disebabkan karena adanya masalah neurobiologis yang terjadi di berbagai area otak.  Berbagai temuan peneliti telah menjelaskan area otak yang mengalami masalah antara lain adalah prefrontal cortex dan parietal.  Masalah neurobiologis atau struktur biologis pada otak ini akan mempengaruhi fungsi kerja otak, dan pada akhirnya akan berpengaruh kepada faktor psikologis.  Oleh karena itu anak ADHD mengalami masalah dalam fungsi kognitif (berpikir), fungsi afeksi, dan perilaku.

Temuan terakhir menunjukkan bahwa anak ADHD mengalami masalah pada gelombang theta saat pengukuran EEG (electroenchepalography).  Hal ini menyebabkan anak ADHD bermasalah dalam kemampuan psikologis yaitu salah satunya adalah kemampuan mindfulness.  Hal ini sesuai dengan fakta bahwa anak ADHD sering emosinya meledak-ledak dan adanya ketidakseimbangan antara pikiran serta perasaannya.

Intervensi yang dapat dilakukan untuk anak ADHD antara lain Terapi Sensori Integrasi, Terapi Metakognitif, Fisioterapielektroakupuntur, Terapi Neurofeedback, dan Terapi Mindfulness. Intervensi ini disesuaikan dengan jenis gangguan yang terjadi yaitu apakah hanya masalah gangguan pemusatan perhatian, hiperaktivitas, impulsivitas, atau menumpuk dengan gangguan lainnya. Hal ini disebut juga terjadinya komorbiditas atau adanya dua atau lebih gangguan yang terjadi pada satu individu. Intervensi di usia dini (0-7 tahun) adalah kunci keberhasilan terapi serta ketuntasan masalah kesulitan belajar dari anak ADHD.

Ketahui lebih lanjut tentang karakteristik anak ADHD dan bagaimana penangannya di sekolah maupun di rumah dalam acara Seminar Kupas Tuntas Gangguan Pemusatan Perhatian, Hiperaktivitas, dan Impulsivitas (ADHD), Sabtu, 22 September 2018.  Acara ini akan dipresentasikan oleh Dr. (cdt). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi.  Beliau adalah Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, dan Neuropsikolog anak serta Pendidikan.

Acara ini menjadi penting bagi orang tua, guru PAUD, TK, dan SD tingkatan awal sebagai wacana deteksi dini kesulitan belajar, khususnya ADHD.  Deteksi dini pada usia 0-6 tahun adalah kunci keberhasilan intervensi dari anak dengan ADHD.  Jika orang tua dan guru peka terhadap anak yang diduga mengalami ADHD, maka segera dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter anak atau pun psikolog anak agar dapat diintervensi atau terapi lebih awal.  Deteksi dini ini dapat dilihat  bagaimana pencapaian akademis serta perilaku anak di rumah ataupun di sekolah dengan karakteristik ADHD yaitu masalah dalam pemusatan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi sdr. Syarifudin (08561785391 / WA).  Acara ini terbatas hanya 15 perserta.  (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.