JANGAN ANGGAP REMEH STRES!

Psychoneuroimmunology

Telah diketahui bahwa seluruh kerja sistem organ tubuh manusia saling mempengaruhi baik secara langsung ataupun tidak.  Rangsangan dari luar tubuh yang menyebabkan gangguan pada salah satu sistem organ, tentu akan berakibat kepada sistem organ lainnya.  Stres sebagai salah satu permasalahan dalam kejiwaan ternyata berdampak luas kepada sistem organ lainnya.  Perkembangan keilmuan telah mengetahui bagaimana stres sebagai faktor psikologis berkaitan dengan kerja otak serta sistem kekebalan tubuh.

Psychoneuroimmunology
Mekanisme tubuh, pikiran, dan otak terkait dengan stres (Klinik Psikonerologi Hang Lekiu)

Sistem kerja otak dan sistem kekebalan tubuh adalah sistem kerja organ yang fital bagi individu.  Permasalahan pada kedua sistem ini tentu akan berdampak besar kepada kesehatan dan kualitas hidup individu dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.  Kajian ini telah menjadi ketertarikan tersendiri dalam cabang keilmuan psychoneuroimmunology.  Dalam cabang keilmuan ini dipelajari bagaimana faktor psikologi yang berhubungan dengan sistem saraf, sistem kekebalan (sistem imun)  tubuh.

Otak dan sistem kekebalan adalah dua sistem adaptif utama tubuh.

Sistem kekebalan dan otak berkomunikasi melalui jalur sinyal.   Dua jalur utama terlibat dalam pembicaraan silang ini: sumbu Hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA Axis), dan sistem saraf simpatik (Sympatic Nervous System /SNS), melalui sumbu simpatik-adrenal-medula (SAM axis).

 

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Otak adalah suatu organ terpenting pada tubuh manusia yang merupakan pusat dari system saraf. Organ ini berfungsi untuk mengatur seluruh kerja fungsi organ lainnya seperti pencernaan, sistem peradaran darah, sistem gerak tubuh dan lainnya.

HPA axis adalah sistem neuroendokrin (saraf hormon) tubuh yang melibatkan hypothalamus, kelenjar hormon pituitary, dan kelenjar adrenal. Sistem konunikasi kompleks ini bertanggung jawab untuk menangani reaksi stress dengan mengatur produksi kortisol, sejenis hormon yang merupakan mediator rangsang saraf. HPA Axis ini akan merangsang saraf simpatik yang kemudian memerintahkan kerja organ tubuh lainnya.

Saraf simpatik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum tulang belakang (medula spinalis) di daerah dada dan pinggang. Saraf simpatik merupakan bagian dari sistem saraf otonom yang cenderung bertindak berlawanan terhadap sistem saraf parasimpatik dan umumnya berfungsi untuk memacu dan mempercepat kerja organ-organ tubuh, seperti mempercepat detak jantung dan menyebabkan kontraksi pembuluh darah. Sistem ini mengatur fungsi kelenjar keringat dan merangsang sekresi glukosa dalam hati. Sistem saraf simpatik diaktifkan terutama dalam kondisi stres. Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Aktivasi SNS selama respon imun mungkin ditujukan untuk melokalisasi respon inflamasi.

Hipotalamus juga mengaktifkan medula adrenal atau simpatik-adrenal-medula (SAM axis). Medula adrenal adalah bagian dari sistem saraf otonom .  Saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf perifer yang bertindak sebagai sistem kontrol, mempertahankan homeostasis dalam tubuh. Kegiatan-kegiatan ini umumnya dilakukan tanpa kendali sadar.  Medula adrenal mengeluarkan hormon adrenalin. Hormon ini membuat tubuh siap untuk respons melawan atau lari. Reaksi fisiologis termasuk peningkatan denyut jantung.  Adrenalin menyebabkan gairah sistem saraf simpatetik dan mengurangi aktivitas dalam sistem saraf parasimpatik.  Adrenalin menciptakan perubahan dalam tubuh seperti aktivitas menurun (dalam pencernaan) dan aktivitas meningkat (berkeringat, peningkatan denyut nadi dan tekanan darah).

 

Mekanisme Stress pada Tubuh

Psychoneuroimmunology2
Mekanisme Stres yang berkaitan dengan sistem saraf, sistem imun, dan produksi hormon (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Sistem manajemen stres utama tubuh adalah sumbu HPA. Sumbu HPA merespon tantangan fisik dan mental untuk mempertahankan homeostasis sebagian dengan mengontrol tingkat kortisol tubuh. Homeostasis adalah merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Kegagalan fungsi dari HPA axis menyebabkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan stres. Aktivitas sumbu HPA dan sitokin saling terkait secara intrinsik.  Sitokin berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit atau sel darah putih.

Hal ini dijelaskan bagaimana sitokin inflamasi menstimulasi hormon adrenokortikotropik (ACTH) dan sekresi kortisol, sementara, pada gilirannya, glukokortikoid (golongan hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi) menekan sintesis sitokin proinflamasi. Sitokin memediasi dan mengendalikan respons imun dan inflamasi. Interaksi kompleks ada antara sitokin, peradangan dan respon adaptif dalam mempertahankan homeostasis. Seperti respon stres, reaksi peradangan sangat penting untuk kelangsungan hidup. Reaksi inflamasi sistemik menghasilkan stimulasi empat program utama.

Oleh karena itu permasalahan stress tidak dapat dianggap hal yang sepele.  Terlebih di perkotaan dengan tingkat stres yang tinggi akan sangat memungkinkan masalah psikologis ini berkembang menjadi masalah fisik.  Kegagalan dalam sistem imun akibat stres akan memicu berbagai jenis penyakit infeksi seperti infeksi dari bakteri dan virus.  Penyakit kanker, autoimun, kardiovaskular, dan penyakit infeksi lainnya dengan mudah menyerang tubuh saat mengalami stres.  Di sisi lain juga, stres yang berkepanjangan akan menyebabkan depresi dan gangguan mood yang dapat mengganggu fungsi dan aktivitas sosial individu.

Deteksi Dini Stres dan Depresi

Deteksi dini stres dan depresi adalah menjadi hal yang penting bagi individu khususnya yang tinggal di perkotaan.  Ciri stres yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Kesulitan tidur,
  2. Mengalami mimpi buruk
  3. Sakit kepala,
  4. Tidak mampu mengendalikan emosi,
  5. Nyeri otot atau kelelahan,
  6. Mudah lupa,
  7. Menarik diri dari lingkungan,
  8. Timbul alergi
  9. Munculnya jerawat
  10. Gangguan pencernaan seperti maag dan disentri

Jika tubuh mengalami stres berat dan tidak tertangani dengan ciri-ciri di atas, maka segeralah untuk memeriksakan diri kepada ahli seperti psikolog atau dokter.  Hal ini penting agar permasalahan tidak bertambah komplek, yaitu akan berkembang menjadi masalah psikis dan fisik yang berat.  Dokter atau psikolog akan memberikan intervensi terhadap masalah yang dihadapi hingga tuntas.  Berbagai terapi telah dikembangkan untuk menangani stres dan depresi antara lain terapi CBT, Fisioterapi Elektroakupuntur, Terapi Akupuntur Endolaser Weber, ataupun Terapi Obat.

 

Daftar Pustaka

Covelli V, Passeri ME, Leogrande D, Jirillo E, Amati L (2005). “Drug targets in stress-related disorders”. Curr. Med. Chem, 12 (15): 1801-9 doi: 10.2174/0929867054367202. PMID 16029148

Miller, Gregory E.; Chen, Edith; Zhou, Eric S. (January 2007). If it goes up, must it come down? Chronic stress and the hypothalamic-pituitary-adrenocortical axis in humans. Psychological Bulletin, 133 (1): 25–45. doi:10.1037/0033-2909.133.1.25PMID 17201569

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.