Test Kesiapan Belajar, Deteksi Dini Gangguan Sensori dan Kesulitan Belajar Pada Tingkatan PAUD dan TK

kesiapan belajar
Apakah anak siap untuk bersekolah atau memang masih harus dipersiapkan pada fase sosialisasi di PAUD dan TK? (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Lanjut ke tingkatan lebih tinggi atau tetap di PAUD atau TK?

Ini adalah pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh orang tua ataupun guru TK dan PAUD bagi siswa yang mengalami masalah dalam fase sosialisasi di tingkatan tersebut.  Dimana siswa mengalami hambatan dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas sehingga dipertanyakan kesiapannya untuk lanjut pada tingkatan di atasnya. Tentu saja perlu kearifan dalam menentukan kelanjutan sekolah siswa dengan disertai informasi dari ahli terkait kondisi terkini dan hambatan yang dialami.

Masa Sosialisasi pada PAUD dan TK

Play
Fase sosialisasi dilakukan pada tingkatan PAUD dan TK dan butuh kesiapan belajar untuk memasuki tingkatan sekolah dasar atau fase bersekolah dari anak (Klinik Anak Kesulitan Belajar)

 

Usia 3—6 tahun adalah masa konkret operasional dan waktunya untuk belajar sosialiasisasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan    Taman Kanak  Kanak (TK).  Namun seiring usia mereka seharusnya lanjut ke sekolah dasar untuk melanjutkan fase bersekolah.

Di sisi lain, beberapa siswa dapat mengalami hambatan yaitu gangguan sensori (sensory processing disorder /SPD atau sensory integration disorder) dan kesulitan belajar.  Hal ini terjadi  di mana siswa mengalami masalah dalam penerimaan,   pengolahan,   dan   respon   terhadap sensori yang diterima sehingga mereka mengalami masalah    dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD dan TK.

Prevalensi SPD pada anak usia taman kanak-kanak cukup tinggi. Berdasarkan penelitian Ahn, Miller, Milberger, dan McIntosh (2004)  dari data persepsi  orang tua dengan anak usia taman kanak-kanak saat penerimaan siswa baru, anak yang mengalami SPD dapat mencapai 5,3%.

Sensory Processing Disorder (SPD) dan Kesulitan Belajar?

Gangguan sensori (SPD) dapat terjadi pada beberapa atau keseluruhan dari sistem indrawi    termasuk sentuhan/peraba, pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman,  motorik tubuh (proprioceptive),  dan keseimbangan. Ganguan sensori ini dapat  berdampak negatif   kepada perkembangan dan kemampuan fungsi dari perilaku, emosi,   motorik, dan   kognitif   atau berpikir.

SPD
Gangguan Sensory Processing Disorder (SPD) atau Sensory Integration Disorder (SID) yang berkaitan dengan masalah lainnya, salah satunya adalah kesulitan belajar (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Gangguan atau masalah  SPD merupakan hulu dari berbagai gangguan bahkan       kesulitan belajar di usia bersekolah seperti austime, ADHD, Slow learner, Keterlambatan Bicara, Disleksia, Diskalkulia.

Deteksi Dini SPD dan Kesulitan Belajar

Usia anak pada tingkatan PAUD dan TK adalah kunci dalam deteksi dini  terhadap hambatan yang dialami sebelum    mereka masuk usia bersekolah atau sekolah dasar (SD).

Pada usia ini, anak sedang mengalami  pertumbuhan yang pesat atau golden age sehingga jika dideteksi mengalami hambatan lalu segera diintervensi kepada ahli seperti psikolog atau dokter anak, maka perbaikan yang terjadi   menjadi optimum.

Oleh karena itu, guru dan manajemen dari PAUD dan TK sudah selayaknya peka terhadap gangguan atau masalah SPD dan Kesulitan belajar yang berpotensi dialami siswa didik.

Permasalahan kesiapan belajar tidak hanya kemampuan baca, tulis, dan berhitung, tapi bagaimana sensori bekerja optimal sehingga fungsi berpikir (kognitif), emosi, dan    perilaku siswa siap untuk belajar di tingkat lebih tinggi. Solusi dari penanganan masalah ini adalah melalui deteksi dini dan pengetesan kesiapan belajar siswa yang           mencakup kepekaan terhadap SPD.

Ciri Anak dengan Hambatan Sensori (SPD)  Pada Tingkatan PAUD dan TK

  1. Tidak melakukan kontak mata
  2. Over-sensitif terhadap sentuhan, suara, bau, orang lain
  3. Kesulitan dalam berteman
  4. Kesulitan berganti pakaian, makan, tidur, dan / atau pelatihan toilet
  5. Ceroboh; keterampilan motorik yang buruk; lemah
  6. Sering marah atau marahnya berkepanjangan
  7. Sulit mengikuti aturan di kelas atau arahan dari guru
  8. Tidak bisa menenangkan diri
  9. Tidak mengucapkan kalimat dengan benar
  10. Tidak komunikasi dua arah
  11. Kosa kata yang kurang dari 50 kata

Pelayanan Test Kesiapan Belajar Siswa PAUD & TK

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memberikan layanan Pengetesan Kesiapan Belajar dengan kepekaan SPD.     Informasi hasil tes dapat merujuk orang tua untuk melakukan intervensi kepada ahli dan bagi guru dapat  dijadikan dasar pengelolaan siswa di kelas pada tahun  ajaran yang berlangsung.

Tahapan Test yang dilakukan yaitu:

  1. Test fungsi psikologis (psikotest)
  2. Test neurobrain (EEG)
  3. Konseling hasil test

Test dapat dilakukan secara perseorangan (individual) atau klasikal yang diselenggarakan oleh pihak sekolah TK dan PAUD.

Untuk tingkatan TK dan PAUD di wilayah JABODETABEK Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memberikan promo biaya test, yaitu biaya test tersebut diserahkan kepada kebijakan pihak sekolah dan ketersediaan budget yang tersedia untuk penerimaan siswa baru atau yang lanjut ke sekolah dasar pada tahun ajaran baru, 2018/2019.

Kontak person

Agus (08561785391 wa/sms)

Muhbikun (082213386726 wa/sms)

Yakub (081908877279 wa/sms)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.