Intervensi Dalam Membentuk Neuroplastitas di Otak

 

WhatsApp Image 2017-12-04 at 20.29.31
Sesi foto bersama seminar ILDNS, Sabtu, 25 November 2017 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Neuroplastisitas dianggap sebagai perubahan dalam tingkatan neuron, dan bukan hanya perubahan perilaku.  Di sisi lain neuroplatisitas terjadi karena hasil dari pembelajaran (pengalaman dan pembentukan memori) dan perbaikan yang terjadi dari luka pada otak sehingga mempengaruhi besarnya sistem syaraf pusat (central nervous system / CNS).   Proses neuroplastisitas berkaitan dengan bagaimana sistem syaraf mengubah sistem encoding selama proses neruobiologi berlangsung.

Hal ini dijelaskan oleh Dr. (cndt). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi., Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dalam seminar Introduction to Learning Disability & Neurospychology Seminars (ILDNS) dengan tema “Mekanisme Neuroplastisitas di Otak”, pada Sabtu, 25 November 2017.  Acara tersebut dihadiri oleh orang tua siswa terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, guru tingkatan TK, SD, dan SMP dari wilayah Jakarta Selatan.

WhatsApp Image 2017-12-04 at 20.29.32 (1)
Sesi pemaparan teori oleh Dr. (cndt). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi. (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada acara ini dijelaskan bagaimana proses percabangan syaraf di otak bertumbuh pesat saat masa anak-anak.  Perbaikan atau proses neuroplastitas dapat terjadi karena adanya intervensi.  Sebagaimana digambarkan oleh Melani Arnaldi, dianalogikan bagaimana otak pemikir besar seperti Einstein memiliki ukuran otak yang melebihi orang normal.

Namun perlu diperhatikan juga bagi orang tua dan guru, bahwa pengelolaan emosi yang buruk dapat berdampak kepada neuroplastistas yang maladaptif.  Stress yang berkepanjangan sehingga menyebabkan depresi akan merubah struktur kimia dan biologi dari otak.  Hal ini terjadi bagaimana otak mengalami atropi atau penyusutan baik akibat fenomena depresi ini.  Hal ini berakibat pada perilaku yang memburuk pada individu yang depresi.

Terkait dengan intervensi, beberapa hal yang dapat meningkatkan neuroplastisitas di otak adalah dengan 1) Rangsangan motorik melalui brain gym, 2) metode pembelajaran, 3) intervensi metakognitif, dan 4) Pembelajaran social dengan lima aktivitas mayor.

WhatsApp Image 2017-12-04 at 20.29.31 (1)
Sesi pemutaran video tentang kesulitan belajar, otak, sistem syaraf, dan neuroplastisitas (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dalam acara ini juga diulas sekilas tentang kesulitan belajar, penggolongan, serta intervensi yang dapat dilakukan oleh Agus Syarifudin, S.Si., Research Assistant Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Digambarkan juga melalui sesi pemutaran video tentang otak, sistem syaraf, serta neuroplastisitas.  (Agus/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.