AUTISME: CIRI DAN GANGGUAN PADA FUNGSI KOGNITIF SOSIAL

Kanner (1943) melihat gangguan autisme berupa perilaku atau fenotip yang lebih variatif dari gangguan dalam komunikasi sosial dan atau kesulitan dalam perilaku (dalam Volkmar, Lord, Bailey, Schultz, & Klin, 2004).

Autisme adalah gangguan yang terjadi dimana mengalami kegagalan dalam interkasi sosial dan komunikasi.  Hal ini berkaitan dengan kemampuan dalam kognisi atau berpikir secara sosial dimana kurangnya kesadaran diri terhadap diri sendiri dan juga kepada orang di sekitarnya (Frith & Frith, 2007).

Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa individu dengan ASD (Autism Spectrum Disorder) menunjukkan karakteristik dan awal munculnya buruknya dalam penggunaan informasi visual untuk memahami maksud dan keadaan mental orang lain, serta mengkoordinasikan perhatian secara bersamaan.

Di sisi lain, individu dengan ASD memiliki hambatan dalam kemampuan sosial ini.  Mereka kurang tanggap terhadap sinyal sosial yang berasal dari lingkungan.  Sinyal ini memungkinkan manusia untuk belajar tentang dunia dari orang lain, untuk belajar tentang orang lain, dan untuk menciptakan dunia sosial secara bersama. Sinyal sosial dapat diproses secara otomatis oleh penerima dan memungkinkan secara tidak sadar yang dipancarkan oleh pengirim, yaitu orang lain. Sinyal ini non verbal dan bertanggung jawab untuk pembelajaran sosial di tahun pertama kehidupan. Sinyal sosial juga bisa diproses secara sadar dan ini memungkinkan pemrosesan otomatis dimodulasi dan atau ditolak. Bukti untuk proses sosial tingkat tinggi ini sangatlah banyak sejak usia sekitar 18 bulan untuk individu normal (Frith & Frith, 2007).  Oleh karena itu, deteksi anak dengan autisme dapat dilakukan sejak dini dimana sang anak kesulitan dalam menangkap sinyal sosial dari orang lain.

Ciri Anak Dengan Autisme

Terkait dengan ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan fungsi sosial yang terjadi pada anak dengan autisme, berikut ini adalah ciri atau pendektian anak dengan austime

Ciri Autism Spectrum Disorder

  1. Sebanyak enam (atau lebih) item dari (1), (2), dan (3), dengan paling sedikit dua item dari point (1), dan masing-masing satu item dari point (2) dan (3):

(1) Penurunan kualitas dalam interaksi sosial, sebagaimana ditunjukkan oleh paling sedikit dua hal berikut:

(A) gangguan yang ditandai dalam penggunaan beberapa perilaku nonverbal seperti tatapan mata-mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak tubuh untuk mengatur interaksi sosial.

(B) kegagalan untuk mengembangkan hubungan dengan rekan sebaya yang sesuai dengan  tingkat perkembangan

(C) Kurangnya keinginan spontan untuk berbagi kesenangan, minat, atau prestasi dengan orang lain (misalnya karena kurangnya menunjukkan, membawa, atau menunjukkan objek yang diminati)

(D) kurangnya timbal balik sosial atau emosional

(2) Gangguan kualitatif dalam komunikasi sebagaimana terwujud oleh paling sedikit salah satu dari berikut ini:

(A) Keterlambatan atau kurangnya secara keseluruhan dalam pengembangan bahasa lisan (tidak disertai upaya untuk mengkompensasi melalui mode komunikasi alternatif seperti isyarat atau mime).

(B) Pada individu dengan suara yang memadai, gangguan yang ditandai dalam kemampuan untuk memulai atau mempertahankan percakapan dengan orang lain.

(C) Penggunaan bahasa-bahasa atau bahasa istimewa yang khas dan berulang (repetitive)

(D) Kurangnya kemampuan dalam permainan berkaitan dengan kepercayaan yang bervariasi dan spontan atau permainan imitatif sosial yang sesuai dengan tingkat perkembangan.

(3) Membatasi pola perilaku, minat, dan kegiatan yang berulang serta khas, seperti yang ditunjukkan oleh sekurang-kurangnya salah satu dari berikut ini:

(A) Meliputi keasyikan dengan satu atau lebih pola minat yang khas  dan terbatas  dimana  tidak normal, baik dalam intensitas maupun fokus perhatian.

(B) Ketidakpatuhan terhadap rutinitas atau ritual yang sifatnya non fungsional tertentu

(C) Perilaku motorik yang selalu berulang (misalnya gerakan tangan atau jari mengepakkan atau memutar, atau gerakan tubuh utuh yang kompleks)

(D) Keasyikan yang terus-menerus dengan bagian-bagian benda

B. Keterlambatan atau fungsi abnormal pada setidaknya satu dari area berikut, dengan onset sebelum 3 tahun: (1) interaksi sosial, (2) bahasa seperti yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau (3) bermain simbolis atau imajinatif.

C. Gangguan ini tidak diperhitungkan dengan baik oleh Rett’s Disorder atau gangguan disintegratif masa kanak-kanak.

American Psychiatric Association. (DSM-IV-TR). Washington, DC, 2000:75 (dalam Johnson, Myers,  &  Council on Children With Disabilities, 2007).

Ciri-Ciri Asperger Syndrome

A. Kerusakan kualitatif dalam interaksi sosial, sebagaimana ditunjukkan oleh paling sedikit dua dari hal berikut ini:

(1) Gangguan yang ditandai dalam penggunaan beberapa perilaku nonverbal seperti tatapan mata-mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak tubuh untuk mengatur interaksi sosial.

(2) Kegagalan untuk mengembangkan hubungan sebaya yang sesuai dengan tingkat perkembangan

(3) Kurangnya keinginan spontan untuk berbagi kesenangan, minat, atau prestasi dengan orang lain (misalnya karena kurangnya menunjukkan, membawa, atau menunjukkan objek yang diminati orang lain)

(4) Kurangnya timbal balik sosial atau emosional

B. Pola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas, berulang, dan memiliki ciri khusus, seperti yang ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh 1 hal berikut:

(1) Meliputi kesibukan dengan satu atau beberapa pola kepentingan yang khusus dan pembatasan yang abnormal baik dalam intensitas maupun fokus.

(2) Ketidakpatuhan terhadap rutinitas atau ritual nonfungsional tertentu

(3) Gaya motorik yang khas dan berulang (misalnya gerakan tangan atau jari mengepakkan atau memutar, atau gerakan tubuh utuh yang kompleks)

(4) Keasyikan yang terus-menerus dengan bagian-bagian benda

C. Gangguan ini menyebabkan kerusakan klinis yang signifikan di area kerja sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.

D. Tidak ada penundaan umum yang signifikan secara klinis dalam bahasa (misalnya kata tunggal yang digunakan pada usia 2 tahun, frase komunikatif yang digunakan pada usia 3 tahun)

E. Tidak ada keterlambatan perkembangan kognitif yang signifikan secara klinis atau dalam pengembangan keterampilan membantu diri yang sesuai dengan usia, perilaku adaptif (selain dalam hal interaksi sosial), dan keingintahuan tentang lingkungan di masa kecil.

F. Kriteria tidak ditemukan pada Gangguan Perkembangan Pervasif atau Skizofrenia spesifik lainnya.

American Psychiatric Association. DSM-IV-TR. Washington, DC,  2000, hal. 75 (dalam Johnson, Myers,  &  Council on Children With Disabilities, 2007).

Autisme Dan Fungsi Otak Sosial

Berdasarkan dari uraian di atas terkait dengan ciri-ciri austime, maka jelaslah adanya gangguan dari fungsi kerja otak.  Secara umum peneliti melihat adanya gangguan kognisi atau berpikir secara fungsi sosial yang dialami oleh individu dengan autisme.  Hal ini ditunjukkan dengan ketidakmampuan individu dengan auitisem dalam menafsirkan sinyal sosial dari lingkungan.

Berikut ini adalah bagian otak yang berfungsi dalam kognitif sosial yaitu mengolah informasi sosial.  Bagian otak tersebut, yaitu medial prefrontal cortex (MPFC), Anterior Cingulate Cortex (ACC), Anterior Insula (AI), Inferior Frontal Gyrus (IFG), Inter Parietal Sulcus (IPS), Amygdala, Temporo-Parietal Junction (TPJ), posterios Superior Temporal Sulcus (pSTS) (Frith & Frith, 2007).

Otak Sosial
Gambar Bagian Otak dan Fungsi Kognitif Sosial (Frith & Frith, 2007).

Berdasarkan gambar di atas bagian otak dan fungsi yang terkait dengan kognisi sosial yaitu:

  1. Amigdala adalah struktur kompleks yang terbenam di lobus temporal anterior terlibat dalam menafsirkan nilai-nilai sosial, misalnya, kepercayaan terhadap objek seperti
  2. Medial Prefrontal Cotex (MPFC) secara konsisten diaktifkan saat memikirkan keadaan mental diri dan orang lain.
  3. Aktivitas di Anterior Cingulate Cortex (ACC) dan Anterior Insula (AI), yang berada di bawah bagian antara lobus frontal dan temporal, dikaitkan dengan pengalaman emosi seperti rasa sakit dan jijik pada diri sendiri dan orang lain.
  4. Aktivitas pada Inferios Frontal Gyrus (IFG) dan Intra Parietal Sulcus (IPS) terjadi sebagai respons terhadap tindakan eksekusi dan observasi tindakan.
  5. Aktivitas di Temporo Parietal Junction (TPJ) nampaknya berhubungan dengan pengambilan perspektif, baik spasial dan mental, dan karenanya dengan pemahaman kepercayaan yang salah.
  6. Aktivitas di posterios Superior Temporal Sulcus (pSTS) ditimbulkan oleh observasi aksi dan saat membaca maksud dari tindakan (Frith & Frith, 2007).

Oleh karena itu intervensi anak autisme dilakukan sebaiknya sejak usia dini dimana tumbuh kembang biologis, khususnya otak terjadi sangat pesat.  Pelatihan yang dilakukan adalah dengan merangsang sensori indera agar peka terhadap sinyal sosial serta bagaimana  mengaktifkan fungsi kerja otak sosial dalam pengolahan sinyal sosial dari lingkungan.  Terapi yang dapat dilakukan untuk intervensi anak dengan autisme adalah fisioterapi sensori motorik, terapi sensori integrasi, dan terapi metakognitif. Terapi yang terintegrasi dan menyeluruh ini adalah kunci dari keberhasilan terhadap perbaikan dan kemajuan tumbuh kembang pada anak dengan autisme.

 

Referensi

Frith, C.D. & Frith, U.  Social Cognition in Humans. Current Biology, 17(16): R724–R732, DOI 10.1016/j.cub.2007.05.068

Johnson, C.P. Myers, S.M. &  Council on Children With Disabilities.(2007). Identification and Evaluation of Children With Autism Spectrum Disorders.  PEDIATRICS, 120(5): 1183-1215.

Volkmar, F.R., Lord, C. Bailey, A. Schultz, R.T., & Klin, A. (2004). Autism and pervasive developmental disorders. Journal of Child Psychology and Psychiatry 45(1):135–170.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.