Sekelumit Dyscalculia dalam “Seminar Introduction to Learning Disability & Neuropsychology”

Dyscalculia atau kesulitan belajar Matematika merupakan kasus kesulitan belajar yang banyak ditemui di sekolah dasar umum.  Dyscalculia disebut juga “ketidakmampuan belajar Matematika“ di mana anak mengalami permasalahan diantarnay adalah pengenalan angka, jumlah, konsep matematika dan lain-lain.  Kesulitan belajar dalam matematika, tidak dapat dijelaskan oleh kesulitan kognitif umum atau kesempatan pendidikan dimana kesulitan belajar Matematika sebagai kesulitan untuk memahami konsep dan perhitungan (Kosc, 1974)

Prevalensi anak Dyscalculia dan gangguan lainnya adalah sekitar 6% berbarengan dengan kesulitan belajar disleksia (50%), ADHD (30%), Dyspraxia, Spatial difficulty.  Selain itu dyscalculia juga memiliki komponen genetik (turunan dalam keluarga).

Hal tersebut dijelaskan oleh Dr. (Cand). Melani Arnaldi, M.Psi.,Psi dalam acara “Seminar Introduction To Learning Disabilities & Neuropsychology: Dyscalculia”, di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Jakarta Selatan.  Acara ini diselenggarakan dengan 4 batch, yaitu 25 Februari 2017, 11 Maret 2017, 25 Maret 2017, dan 8 April 2017.

Jpeg
Pemaparan mater di seminar Dyscalculia oleh Dr. (Cand). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.

 

Dijelaskan juga dalam seminar tersebut deteksi dini dan intervensi terhadap anak dyscalculia dapat dilakukan berjenjang.  Hal ini dilakukan pertama dengan test Matematika base level yang dilakukan oleh guru di sekolah.  Yaitu melihat sejauh mana anak mampu mengerjakan Matematika sesuai dengan tingkatan pendidikannya.  Kedua adalah profil perfomance (test menghitung “number sense”) yang dapat dilakukan juga oleh guru di sekolah.  Dimana anak di test untuk mengenal angka, jumlah, dan konsep angka di dunia nyata.  Bila kedua test tersebut anak mengalami kesulitan maka dapat dirujuk ke psikolog anak atau psikolog pendidikan untuk dilakukan test IQ (WISC III).  Bila dirasakan masih mengalami masalah dan adanya komorbiditas dengan gangguan lain misalnya ADHD dan Disleksia, maka anak dapat dirujuk ke ahli neuropsikologi untuk di test comorbiditas.

Pada seminar tersebut juga dijelaskan alur neuropsikologi dari Matematika.  Bagian otak terkait Matematika adalah Occipito-temporalis, lobus parietal, angular gyrus, lobus frontalis, medial temporal, occipitalis, dan parietal.   Dari pemaparan informasi Matematika di otak ini menjadi landasan dalam intervensi dyscalculia yang dilakukan.

Jpeg
Seminar Dyscalculia Batch 1st (25 Februari 2017)

 

 

 

Jpeg
Seminar Dyscalculia Batch 2nd (11 Maret 2017)

 

 

 

Jpeg
Seminar Dyscalculia Batch 3rd (25 Maret 2017)
IMG20170408104706.jpg
Seminar Dyscalculia Batch 4th (8 April 2017)

 

 

Di sisi lain, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. juga menekankan kepada guru di sekolah dasar umum untuk memberikan nilai siswanya sesuai dengan kemampuannya.  Selain itu diharapkan guru pendamping atau shadow teacher khususnya yang mendampingi anak yang mengalami hambatan tidak mengcopying pekerjaan atau tugas anaknya.  Sehingga kemampuan anak tersebut dapat terlihat secara wajar.  Dan jika siswa dirasakan sulit untuk mengikuti pelajaran di sekolah formal, sebaiknya diterapi atau dimasukkan ke sekolah berkebutuhan khusus jika memang berat sekali untuk mengejar materi pelajaran yang diberikan.

Acara tersebut dihadiri oleh guru Sekolah Dasar (SD) umum di Jakarta Selatan, orangtua anak dengan dyscalculia, psikolog anak dan pendidikan, mahasiswa psikologi UIN Jakarta, Universitas Pancasila, dan dosen Universitas Negeri Jakarta.  Peserta antusia dalam seminar tersebut. Linawati, psikolog anak, mengatakan bahawa materi yang diberikan sangat bermanfaat dan memberikan pandangan baru serta hal-hal positif.  Selain itu Suciwati guru dari M.I AL Aulia mengatakan bahwa acara tersebut sangat bagus dan membagi pengetahuan bagi guru sehingga mengetahui cara-cara pembelajaran (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.