Mengenal Anak ADD (Attention Deficit Disorder) Yang Mudah Bosan dan Keras Kepala

IMG_5575.JPG
Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., bersama peserta Wokrshop Kupas Tuntas Anak Attention Deficit Disorder (ADD), Sabtu, 20 Februari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan workshops “Kupas Tuntas Masalah Anak Attention Deficit Disorder (ADD)” untuk angkatan ke I, Sabtu, 20 Februari 2016.  Workshop ini dihadiri oleh orang tua siswa peserta terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan guru dari SD Mexico/Gunung 05 Pagi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.

Pelatihan satu hari tentang “Attention Deficit Disorder (ADD)” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screening, dan pengenalan intervensi ADD dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

 

IMG_5568.JPG
Sesi Penenganalan Teori yang disampaikan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dijelaskan dalam sesi pengenalan teori bahwa anak dengan ADD memiliki aktivitas otak kanan yang sangat aktif dan mudah bosan.  Oleh karena itu perlu diterapkan proses pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa.   Minat belajar anak dapat ditingkatkan jika dalam proses pembelajaran memiliki unsur kemudahan dalam penyampaian materi, keterlibatan antara guru/orang tua dengan anak, kejelasan dalam informasi yang disampaikan, dan kekhususan yang mampu mengakomodir kecerdasan majemuk anak.

Dalam sesi bedah kasus dan penayangan vidoe terlihat bahwa perilaku dari anak ADD adalah cenderung tempramen dengan keras kepala.  Anak ADD lebih sulit diarahkan dibandingkan dengan anak slow learner.  Jika assessment tidak peka dan akurat, sering kali anak ADD dimasukkan ke kelompok anak dengan slow learner. Memang secara umum anak ADD sulit untuk diarahkan, tidak tekun, sulit untuk berkonsentrasi, minat berubah-ubah, dan sangat kreatif.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Orang tua dengan ADD menjadi lebih paham bagaimana menangani anak mereka.  Guru di sekolah formal juga menjadi lebih paham dalam menangani anak ADD saat proses belajar dan mengajar di kelas. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.